yunani yaitu dari kataPSYCHE yang bararti jiwa dan LOGOS yang berarti
ilmu.
mempelajari tentang gejala-gejala kejiwaan.begitulah,untuk rentang waktu
yang relatif lama,terutama ketika psikologi masi merupakan bagian atau
cabang dari filsafat.tetapi sejak psikologi berdiri dari ilmu
induknya.filsafat mulailah timbul kesulitan-kesulitan karna salah satu
tuntutan ilmu pengetahuan adalah bahwa hal-hal yang dipelajari dalam itu
harus dapat dibuktikan dengan nyata padahal untuk membuktikan adanya
jiwa sebagai sesuatu yang nyata adalah tidak mungkin,apalagi untuk
mengukur atau menghitungnya dengan alat-alat yang objektif bertitik
tolak dari anggapan psikologi haruslah melalui mempelajari sesuatu yang
nyata (kongkrit).
psikologi.Apa yang dilakukan oleh sarjana tidak banyak berbeda dari
pada apa yang dilakukan orang biasa dalam pergaulan sehari-hari.
sebagai individu,sebagai kelompok atau jenis laku-lakunya secara
keseluruhan.Para sarjana biasa mengemukakan satu definisi lagi tentang
psikologi.Yaitu sikologi adalah ilmu yang mempelajari tenetang tingkah
laku manusia.Pengertian tingkah laku sudah jauh lebih nyata dari pada
pengertian jiwa.tingkah laku dapat di buktikan dengan nyata,dan dapat
diukur secara objektif.
sendiri(misalnya: tertawa,memukul dan sebagainya.)tetapi juga meliputi
extensi atau perpanjangan.Dari tingkah laku nyata tersebut extensi itu
diantara lain terdapat pada bekas-bekas atau efek yang permanen yang
terdapat pada tubuh sebagai akibat.terlalu seringnya tingkah laku di
perbuat seorang periang yang sering tertawa,misalnya akan meninggalkan
bekas-bekas diwajahnya,sehingga dengan melihat wajahnya kita bisa
mengetahui bahwa orang itu periang.(Alex Sobur,2003:19.Sarlito,2002:3)
artinya suka cinta atau kecenderungan pada sesuatu,sedangkan Sofia
artinya kebijaksanaan.Definisi filsafat yang telah di klasifikasikan
berdasarkan watak dan fungsinya ialah sebagai berikut :
kehidupan dan alam yang biasannya di terima secara tidak keritis(arti
informal).
kepercayaan dan sikap yang sangat kita junjung tinggi(arti formal).
keseluruhan,artinya filsafat berusaha untuk mengobinasikan hasil
bermacam-macam sains dan pengalamn kemanusiaan yang konsisten tentang
alam(arti spekulatif).
tentang arti kata dan konsep.Corak filsafat yang demikian ini dinamakan
juga logosentrisme.
perhatian dari manusia dan yang di carikan jawabannya oleh ahli-ahli
filsafat.
HUBUNGAN FILSAFAT DENGAN PSIKOLOGI
kebenaran dengan sedalam-dalamnya.Dalam penyelidikannya,filsafat memang
berangkat dari apa yang dialami manusia,karna tidak ada pengetahuan
jika tidak bersentuhan dahulu dengan indra,sedangkan ilmu yang hendak
menelaah hasil pengindraan itu tidak mungkin mengambi lkeputusan dengan
menjalankan pikiran,tanpa menggunakan dalil dan hukum pikiran yang tidak
mungkin dialaminya,bahkan ilmu dengan amat tenang menerima sebagai
kebenaran bahwa pikiran manusia itu ada serta mampu mencapai
kebenaran.,dan tidak pernah di selidiki oleh ilmu.Sampai dimana dan
bagaimana budi manusia dapat mencapai kebenaran itu.
menyelidiki adakah manusia itu,iya harus mengetahui gejala tindakan
manusia.Dalam hal ini,ilmu yang bernama psikologi akan menolong filsafat
dengan sebaik-baiknya dangan hasil penelitiannya.Kesimpulan filsafat
tentang kemanusiaan,akan sangat pincang dan mungkin jauh dari kebenaran
jika tidak menghiraukan hasil psikologi,sebagai litorator
disebutkan,sebelum menjadi disiplin ilmu yang mandiri,psikolgi memiliki
akar-akar yang kuat dalam ilmu kedokteran dan filsafat yang hingga
sekarang masih Nampak penagruhnya.Dalam ilmu kedokteran,psikologi
berperan menjelaskan apa-apa yang terfikir dan terasa oleh organ-organ
biologis(Jasmaniah).
berperan serta dalam memecahkan masalah-masalah rumit yang berkaitan
dengan akal,kehendak,dan pengetahuan.
memberikan wacana maupun sudut pandang baru dalam bentuk teori-teori
social dalam bentuk refleksi teori-teori social kontemporer.
pertanyaan (masalah). jadi dengan berfilsafat, psikolog mendapatkan
solusi dari permasalahan kliennya, karena terus diberikan pertanyaan,
kenapa...mengapa...alasannya apa.. terus begitu sampai akhirnya ada
kesimpulan dari pertanyaan (permasalahan) itu.
dirinya terbentuk, bagaimana posisi dirinya di alam semesta ini, itu
berarti orang tersebut sudah berfilsafat ke taraf yang paling tinggi.
Untuk itu dibutuhkan perenungan, karena klo didiskusikan, bisa jadi
orang lain nganggep kita gila, karena itu adalah insight, dan tidak
semua org bisa dapet insight.
menangkap manusia tidak hanya melalui proses pengindraan: mata untuk
melihat, telinga untuk mendengar, dan bla-bla-bla dan pada akhirnya kita
tahu dan menangkap (persepsi) apa itu manusia? punya mata, punya
telinga, berfikir, punya emosi, dll berdasarkan gambaran (persepsi)
sederhana yang kita pelajari secara awam tanpa harus mengkritisi apa
yang terjadi dengan sensasi mengenai pengindraan.
manusia. bicara mengenai tingkah laku manusia banyak
pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari aksi/penilaian pengindraan kita:
"bagaimana dia bisa seperti itu?" bagaimnana sebab-sebabnya?,
pencegahannya", ? dan bla-bla-bla. jadi, awalilah dengan filsafat umum
dan berlanjut pada filsafat manusia selanjutnya terserah mau dibawah
kemana aliran yang match dengan pengalaman. Ok!.
bagaimana menjalankannya (memenangkannya, melintasi rintangan, dll)
adalah psikologi. jadi filsafat adalan game yang seru dan membaca
manusia sebagai tantangannya. INGAT! BERTANGGUNG JAWAB.